Persiapan Euforia Penutupan Semester 62

Sedari sabtu pagi (23/05) paving blok Masjid Salman tampak ramai oleh tikar dan hablay terbentang memenuhi hampir seluruh halaman. Gelas-gelas plastik serta ember penuh dengan cairan warna-warni dan kuas. Ya, hari itu kakak-kakak PAS tengah sibuk mempersiapkan acara penutupan Semester 62 yang akan dilaksanakan Ahad nanti (24/05). Kelihaian Kakak dalam menarik garis demi garis diatas kertas sehingga menghasilkan gambar siap meramaikan acara. Warna demi warna di tuang diatas garis yang saling terhubung menjadikan acara lebih berwarna.

Semakin siang, jumlah kakak yang hadir semakin banyak. Ditambah pula dengan kehadiran pada peserta Wali Adik Helikopter atau yang akrab di sebut WA ini siap menerima Pelatihan WA sebelum acara liburan tanggal 22-27 Juni mendatang digelar. Sebagian kakak tampak asik memulai kegiatan konsolidasi untuk penutupan. Dari rundown acara hingga teknis dijelaskan disini. Kak Iden sebagai ketua pelaksana langsung memimpin kegiatan konsolidasi siang itu. Satu per satu teknis kegiatan pun dijelaskannya kepada kakak-kakak dengan tegas dan jelas. Seusai konsolidasi, kakak-kakak yang tadi sempat menghentikan kegiatannya untuk konsolidasi, kembali melanjutkan. Kali ini kakak-kakak terbagi dalam dua bagian kecil. Sebagian ikut serta membantu keberjalanan Pelatihan WA, dan ada yang memilih untuk melanjutkan tugasnya untuk penutupan semester 62.

Semua tampak bahagia. Senyum yang tak pernah hilang, selalu menghiasi bibir mereka. Mungkin ini yang disebut dengan “the power of happiness”. Dengan racikan hati yang bahagia, sebanyak dan sesulit apapun hal yang dikerjakan bukan lagi beban yang berarti. Karena semua bisa saling menerima, semua bisa saling berbagi, dan semua bisa saling membantu serta merasa terbantu.

Sehingga perlengkapan untuk penutupan satu per satu dapat terselesaikan dengan baik. Tanpa terasa, sore hadir secara perlahan. Pertanda waktu kan berganti. Kumandang Adzan Maghrib berkumandang dari dalam Masjid. Satu per satu kakak meninggalkan area paving blok, dan melaksanakan ibadah Sholat Maghrib secara berjama’ah.

Panggung yang baru terpasang setengahnya di sore hari dilanjutkan kembali pada malamnya selepas Hearing 3 para calon Lembaga Tinggi yang saat itu adalah Pimpinan MPA dan DPO. Sembari menanti makan malam tiba, beberapa kakak memilih untuk berdiskusi kembali terkait acara esok hari. Ada pula yang asyik bermain dengan kucing, melanjutkan masing-masing logistik untuk penampilannya, dan juga ada yang sekedar ngobrol santai sambil melihat bulan yang malam itu ikut menemani kami.

Seusai melaksanakan ibadah sholat Isya berjama’ah, kakak-kakak kembali berkumpul di paving blok untuk menikmati makan malam bersama sebelum Hearing 3 dilaksanakan. Tak ada alasan untuk tidak hadir pada sabtu pagi hingga malam itu. Sebab, akan banyak hal yang terlewatkan jika tidak hadir.

Setelah Hearing 3 di buka oleh Pimpinan MPA, hal yang pertama kali dibahas bersama adalah mengenai kelanjutan acara Hearing. Melihat kondisi kakak yang hadir cukup minim, membuat diskusi untuk memilih melanjutkan atau tidak butuh waktu -/+1 jam. Seandainya kakak-kakak yang hadir cukup banyak, mungkin waktu 1 jam itu bisa lebih dimanfaatkan untuk memulai Hearing. Karena mufakat baru didapat setelah bermusyawarah selama 1 jam, akhirnya Hearing dilaksanakan pukul 21.00 wib yang semula direncanakan pukul 20.00 wib.

Pernyataan demi pernyataan dipaparkan para calon Pimpinan DPO satu per satu dan didengarkan audience dengan cermat. Hingga tibalah pada sesi tanya jawab yang berlangsung cukup untuk “menghangatkan” tubuh dari angin malam yang bertiup saat itu. Mata yang masih terus terjaga sangat dimanfaatkan kakak-kakak yang ingin mengenal lebih dalam sikap para calon Pimpinan DPO Periode depan. Hingga waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, sudah waktunya beristirahat. Hearing malam itu pun ditutup. Kakak-kakak beberes tikar yang semula digelar. Kakak putri istirahat di perpustakaan adik sedangkan kakak putra di lantai 3, sekretariat PAS. Bersiap untuk menyambut penutupan esok pagi

Mengenal Lebih Dekat PAS

Pembinaan Anak-anak Salman Institut Teknologi Bandung (PAS-ITB) adalah organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah sebagai wadah pembinaan anak-anak. Organisasi ini berada di bawah naungan Yayasan Pembina Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (YPM Salman ITB). Perkembangan PAS ITB dimulai sejak masih berupa pengajian anak-anak rutin di bulan Ramadhan sejak tahun 1982, yang kemudian mulai diorganisasikan secara teratur sebagai pengajian anak-anak rutin mingguan pada tahun 1984 (1404 H) dengan nama Program Pembinaan Anak-anak Salman (P2A2S) dan berganti nama menjadi Pembinaan Anak-anak Salman Institut Teknologi Bandung (PAS-ITB) pada tahun berikutnya.

Dalam rangka mewujudkan senergi kepembinaan , maka dibuat konsep Segitiga Emas, yaitu pengsinergian tiga komponen penting, yakni adik, kakak pembina, dan orangtua. PAS-ITB memiliki suatu ciri khas yang tidak dijumpai pada model-model pengajian anak-anak lain, yaitu pola pembinaan dan kegiatannya. Pada pelaksanaannya, pembinaan anak dilakukan sistem mentoring kecil yang disesuaikan dengan usia anak. Mentoring ini lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi diniyah anak. Kegiatan mentoring ini juga bertujuan untuk mengaplikasikan nilai-nilai islam melalui pola pembinaan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan berkesinambungan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis mentoring yang dibagi berdasarkan usia sekolah dan minat adik. Untuk usia 3-5 tahun termasuk dalam katagori TeKa dan usia 6-12 tahun termasuk dalam katagori eSDe.

Baik TeKa maupun eSDe memiliki agenda mentoring BBAQ dan mentoring Kolosal. Yang membedakannya, pada usia eSDe terdapat mentoring yang disesuaikan dengan minat dan bakat adik yang disebut dengan Club ( d/h Unit). Club ini dilaksanakan setelah mentoring BBAQ dan Kolosal selesai pada pukul 10.30 wib. Mentoring BBAQ (Belajar Baca Al-Qur’an) menjadi dasar untuk adik memiliki kebiasaan dan kemauan dalam mempelajari, memahami serta mengamalkan ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selanjutnya adik melaksanakan mentoring kolosal sebagai wujud dari implementasi ajaran Islam.

Pada mentoring kolosal, adik melakukan banyak hal yang nantinya diharapkan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupannya. Setelah mentoring kolosal berakhir, adik eSDe berkumpul bersama ditengah lapangan untuk pembagian kelompok berdasarkan Club yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Terdapat tujuh Club pada periode 32 yaitu Club Asterik, Club Surviva, Club, Bocah Kreatif, Club Pencil, Club BIPP, Club Multimedia dan Club Silat.

Setiap semester, mentoring kolosal ini mengangkat sebuat tema yang bisa mewakili semester tersebut. Di mentoring kolosal ini adik-adik mempelajari banyak hal salah satunya belajar menanam tumbuhan hortikulura dengan menggunakan media bambu pada semester 58 sedangkan pada semester 62 sekarang divisi mentoring mengangkat tema besar CERIA. Salah satu bentuk mentoring kolosal dari tema tersebut adalah pada hari Ahad kemarin adik eSDe melukis tempat pensil sedangkan adik TeKa melukis kaos yang semua bahannya telah disiapkankan oleh kakak PAS-ITB. Selain mentoring kolosal di Salman, mentoring kolosal juga dilakukan diluar Salman, biasanya disebut dengan mentoring keluar. Untuk mentoring keluar eSDe dan TeKa adik-adik pernah berkunjung ke tempat-tempat yang ada di sekitar kota Bandung seperti Little Farmer di Lembang. Tidak selalu sama, mentoring keluar sering dilaksanakan ditempat yang berbeda. Selain dalam bentuk mentoring keluar, mentoring kolosal juga dilaksanakan dalam bentuk mentoring sosial. Mentoring sosial ini mengajarkan adik-adik untuk berbagi dengan teman yang kurang beruntung. Tidak hanya berbagi secara materi tetapi juga berbagi non-materi. Bermain bersama tanpa membeda-bedakan merupakan wujud dari berbagi yang diajarkan dalam mentoring sosial ini. Untuk adik eSDe pernah berkunjung ke Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah, sedangkan adik TeKa mengundang sahabat dari Panti Asuhan Al Yasin Kosambi Bandung.

Ada pula kegiatan liburan adik yang diadakan setiap libur semester adik SD. Kegiatan ini terbuka untuk umum. Konsepnya yang dibuat berbeda-beda setiap liburannya. Ada dalam bentuk camping , bahkan pesantren. Adik-adik dapat menghabiskan waktu liburannya dengan kegiatan yang bermanfaat. Peserta kegiatan ini tidak hanya berasal dari kota Bandung tetapi juga dari luar Bandung. Peserta dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Semarang, Aceh, bahkan Kalimantan pernah ikut serta dalam kegiatan liburan yang dinamakan Acara Besar ini. Dalam kegiatan ini, selain belajar mandiri dan disiplin yang dikemas menjadi hal menyenangkan, adik-adik juga bisa berkenalan dengan teman baru yang berasal dari seluruh Indonesia. Harapannya kedepan, kegiatan PAS-ITB bisa “menjangkit” hingga seluruh Indonesia.

Tidak hanya adik, orang tua pun melaksanakan mentoring yang disebut dengan mentoring FOTA. Awal mula terbentuk FOTA sendiri dari para orang tua yang berkumpul secara berkelompok sedang menunggu anak-anaknya melaksanakan mentoring dengan kakak-kakak. Dari sana muncul ide membuat kelompok kegiatan untuk orang tua dan masih tetap bertahan sampai sekarang. Tidak mau kalah dengan mentoring adik, mentoring FOTA ini juga memiliki silabus yang disusun bersama dengan para pengurus FOTA dan kakak pembina yang bertanggung jawab di FOTA untuk keberjalanan mentoring setiap pekannya. Salah satu pengurus FOTA dan menjadi ketua FOTA sekarang adalah kak Agus yang juga merupakan alumni kakak pembina PAS-ITB. Budaya panggilan kakak sudah sangat melekat erat di lingkungan PAS-ITB. Tidak ada senior, tidak ada junior. Semua pembina saling memanggil dengan sebutan kak. Sehingga kakak yang telah menjadi orang tua pun masih menjadi kakak, ya kakak buat adik-adik, buat kakak yang lain, buat orang tua. Yang membedakan mentoring adik dengan mentoring FOTA adalah pengisi kegiatannya. Dalam mentoring ini kita mengundang para pemateri yang ahli di bidangnya, dari ustad, psikolog, hingga dokter ahli. Forum Orang Tua Adik ini merupakan wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang dirasakan para orang tua dalam mendidik anak serta tempat untuk refreshing yang bisa didapatkan orang tua dengan gratis. Pelaksanaannya bersamaan dengan mentoring adik. Forum Orang Tua Adik PAS-ITB juga terbuka untuk siapa saja orang tua yang ingin ikut hadir mentoring.

Untuk mewujudkan segitiga emas, PAS-ITB mewajibkan kakak pembina untuk melakukan kunjungan terutama kerumah masing-masing adik kelompoknya. Tujuannya untuk mensinergikan antara materi yang didapat adik ketika mentoring dengan kondisi lingkungan keluarga dirumah. Tak jarang kunjungan adik ini juga sekaligus menjadi ajang kunjungan kakak alumni PAS-ITB yang anaknya diikutsertakan dalam mentoring PAS-ITB. Kalau dulu menjadi adik binaan, lalu menjadi pembina, sekarang telah menjadi orang tua adik binaan. Itulah PAS-ITB, tempat bertemunya mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Bandung untuk belajar hingga akhirnya memiliki ukhuwah yang kuat sampai sekarang lintas semester, lintas generasi

Salam Kami, Pembinaan Anak-Anak Salman ITB

Assalamualaikum,

Salam bagi para adik, kakak-kakak, dan orangtua yang kami cintai dan kami hormati, mohon maaf atas lamanya waktu perbaikan website ini, Alhamdulillah pada hari ini 13 April 2015, Website PAS ITB bisa diakses kembali. Terimakasih kami ucapakan kepada Allah SWT, kepada pihak Salman Media selaku perwakilan YPM yang turut membantu dan berperan besar dalam perbaikan website ini, serta kami ucapkan terimaksih kepada adik, kakak-kakak, dan orangtua dan semua pihak yang telah ikut mendo’akan dan medukung perbaikan website ini. semoga website ini menjadi pusat informasi dan komunikasi yang bisa memeberikan manfaat bagi kita semua, Aamiin.

Saran dan masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan, demi terciptanya website yang lebih baik lagi kedepannya.

Terimakasih.

Pembinaan Anak-Anak Salman ITB